Bila Thermostat Bermasalah

Posted on Updated on

Kamis sore kemaren, tgl 1 juli 2010 dalam perjalanan pulang dari Kedunghalang, indikator bulldog-ku mendadak menunjukkan tanda siaga 1 (posisi indikator suhu di posisi “H”). TKP nya disekitar air mancur Bogor, setelahnya langsung berhenti kepinggir, cari lokasi yg aman. Bonnet kubuka, kurasakan hawa panasnya mesin kok berlebih, kulihat air didalam tangki cadangan kok hampir penuh ya (kan rajin cek, hanya batas maksimum aja). Ku buanglah limpahan air cadangan radiator tersebut ke batas normal. Start mesin lagi, indikator tetap merah (di posisi “H”) dan air cadangan tersebut kok nambah lagi (arus balik kali ya?).

Amir tahu, ini resikonya fatal, lalu kontak Pak Iwang – BeRes RMK Tajur sekitar jam 4 sore. Dari hasil konsultasi, kipas masih jalan, air cadangan masih normal malah berlebih. Mereka bertiga dari RMK datang ke tkp, dioprek juga nggak ada perubahan. Akhirnya diambil keputusan opname semalam di RMK tajur. Dalam perjalanan cuma 10 km, harus berhenti sebanyak 10 kali, seirama dengan panasnya mesin, Kepanasan berhenti, kalau sudah dingin jalan lagi.

Setelah diperiksa dengan alat SDT kearah Radiator mampet atau thermostat bermasalah (atau keduanya).
Besok paginya mulai lah langkah pertama, ganti thermostat, kalau masih panas lebih ya, radiator harus dipermak, dioprek-oprek.
Harga thermostatnya cuma Rp 130.000, coolant Rp 80.000 tapi ongkos bongkar pasangnya sebesar Rp 300.000.
Boleh amir cerita (aku bukan mekanik) tapi menirukan kata mekanik lho.

Overheat penyebabnya banyak komponen (selain tadi, water pump, kekurangan cairan, mampetnya kapiler pendingin mesin dll).
Syukur alhamdullillah, hanya thermostatnya aja yg diganti (belum merembet yg lain), sekarang indikator menunjukkan 50 persen daerah putih, aman dan mesin terasa dingin

Kalau sampai merambat ke Cylinder head, gejala ringan CH akan kribo harus di rebounding dan dananya 2 juta tapi kalau berat, CH nya harus ganti dananya 7 juta.

Thermostat APV :

APV thermostat, part number : 17670-76A01
APV thermostat, part number : 17670-76A01

1. Pandangan dari bawah :

Ada 2 jenis logam yg berbeda, yg ditengah warnanya kekuningan dan yg disampingnya warna perak (silver). Kedua jenis logam ini tidak saling bersinggungan kecuali pada bagian ujung atasnya saja. Daya muai dari kedua jenis logam ini sangat berbeda terhadap panas disekitarnya.

2. Pandangan dari samping :

Logam silinder yg berwarna kekuningan ini juga dibalut oleh sebuah pir spiral dan tidak saling bersinggungan. Bagian logam sylver bagiab atas (dibawah ring karet) terdapat lubang kecil (ada pentilnya)ber diameter 4-5 mm yg berfungsi mengalirkan air dari radiator skala kecil.

3. Pandangan dari atas :

Paling ujung adalah tempat pertautan antara kedua jenis logam tsb.

Kalau diurut mulai dari tengah ke pinggir, a. tongkat pertautan antara 2 jenis logam yg berbeda, b. ring karet, c. lingkaran logam kekuningan, d. ring karet, e. logam berwarna sylver (tertera 82 derajat Celsius dan samar2 lubang pentil pd arah jam 06.00), dan f. ring karet.

Cara kerja thermostat 

Bilamana mesin dalam keadaan dingin (maksudnya sebelum mencapai 82 derajat), diantara logam warna kuning dan warna perak tidak ada celah tapi air dari radiator masih bisa mengalir skala kecil melalui lubang pentil tersebut. Bilamana temperatur sudah mencapai +/-82 derajad, mulai terjadi perbedaan daya muai dari kedua jenis logam tersebut sehingga mulai terjadi celah diantara logam kuning dan perak, air dari radiator mengalir dari 2 titik, dari lubang pentil dan celah tersebbut. Semakin tinggi temperatur (diatas 82 derajat) semakin lebar celah yangg terjadi karena perbedaan pemuaiannya dan semakin banyak air yang mengalir melalui celah tersebut.

Kelainan yg terjadi pada thermostat di mobilku

Pada pandangan dari samping, pada logam warna kekuningan terdapat baret baret, tanda adanya gesekan dengan per spiral, atau adanya gesekan dengan logam warna perak. Hal ini menunjukkan adanya abnormalitas, seharusnya memuai searah dengan sumbunya tapi pada kasus ini arahnya miring sehingga mudah terjadi kemacetan sehingga buka tutupnya celah tidak sejalan dengan kenaikan temperatur suhu mesin.

Kata mekanik nih (Amir kan bukan mekanik), thermostat secong ini coba dimasukin ke air mendidih, lihat bagian atasnya akan terdapat celah, jalan air radiator dan bila suhu airnyamenurun kurang dari 82 derajat, celah itu akan tertutup kembali.

Mohon koreksi kalau ada kesalahan karena itu yang bisa kutangkap dari tanya jawab dengan mekanik. semoga bermanfaat untuk kita semua. Sebelum kejadian, indikator temperatur mesin selalu nongkrong 75-90 persen diwilayah putih, lalu mendadak kewilayah merah, hampir mentok lagi.


*Kredit artikel : Amir Husein ~ APV Club #316

3 thoughts on “Bila Thermostat Bermasalah

    sigit said:
    1 June, 2013 at 19:44

    Terimakasih pak amir atas share ilmunya,kebetulan hari ini saya baru pulang dari bengkel karena motor fan ac dan radiator mati akhirnya ganti semua berikut selang atas bawah dan tutup radiator, nah yang jadi masalah bengkelnya tadi nyaranin thermostatnya dilepas aja biar mesin tambah dingin, tapi setelah saya pakai jalan emang benar jarum tempertur ada dibawah dari sebelumnya tapi mobil saya justru terasa agak berat tarikannya. Nah saya berencana mau pasang lagi pak apa saya sebaiknya pasang termostat yg lama apa harus ganti baru karena saya gak tau termostat saya kondisinya masih bagus atau gaknya.mohon saran

    syahrul said:
    4 November, 2013 at 18:53

    APV saya bermaslh dengan indikator thermostat tinggi…indikator gas berjalan terbalik lampu interior mati dan tape juga sama oh iya indikator bensin ngaco abis…ada solusi nya agan-agan..,mohon pencerahan APV saya keluaran thn2004…syahrul NTB.

    slamet darmuji said:
    8 November, 2013 at 14:53

    @sigit, dari pabrikan suzuki, thermostat dipakai untuk mengukur suhu pada mesin, jika dilepas ya memang benar jadi dingin akan tetapi fungsi kerja mesin menjadikan tidak terkontrol. Logika sederhananya sebenarnya mesin itu memang harus panas, dan ketika panas si thermostat akan memberikan sinyal ke temperatur meter dan kemudian akan dibalikan lagi ke mesin coolant untuk mendinginkan. jika kontrol thermostatnya dilepas, ya jelas mesin menjadi berat tarikannya.
    @syahrul, coba dicek di fuse dan kelistrikannya. buka kap depan cek adakah fuse yang putus? jika ada ganti sesuaikan dengan ampernya.
    thanks semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s